Bayar Listrik, Telpon, Air
Posting oleh : mama U | Pada : October 26th, 2008Ini cerita lucu salah satu ‘client’. Sebel deh, tiap bulan kan yang in charge bayar listela (listrik, telpon, air) itu suamiku. Ada2 aja deh, gak pernah ada kembaliannya. Udah gitu sering lupa, harus selalu diingatkan. Capek kalo tiap bulan harus ngingetin: Pa, jangan lupa bayar listela……… jawabnya pasti: iya. He he he. Kok sama ya?
Kenapa tak kau buka saja 1 rekening bank khusus untuk keperluan itu? Bikin auto debet payment untuk listela. Tiap bulan kau transferlah sejumlah uang yang kira2 cukup untuk bayar tagihan ketiganya itu. Syukur2 dilebihin dikit. Kan bisa jadi tabungan. Hmmmmmmmmmm iya juga ya.
Beberapa tahun lalu pas pulang kampung ibu menyuruhku bayar tagihan listela …… Listrik bayar di sini ………. telpon di sana ……… terus airnya di Bank dekat pasar. Begitu petunjuk ibu. Aku mulai dari listrik …… Duh, ternyata ’sini’, ’sana’ dan ‘Bank dekat pasar’ terletak di sisi kota yang berlainan. Jadilah aku putar2 kota naik becak sepanjang siang itu cuma buat bayar listela. Jadi kepikir: ibu harus melakukan semua ini sendiri setiap bulan? Fuihhhhh!!.
Alhamdulillah, pas bayar air di ‘Bank dekat pasar’ itu sempat terbaca olehku iklan bank tersebut: bayar listela di sini. Bisa auto debet. Langsung aku buka rekening di situ dan daftarin rekening listela rumah ibu di situ. Nanti tinggal isi saja buku rekeningnya tiap bulan. Toh bank tersebut online. Urusan beres.
Setelah punya rumah sendiri, tentu saja itu yang pertama kali kulakukan. Daftarin auto debet rekening listela di LPD dekat rumah. Tiap bulan tinggal setor.
Aman, gak perlu antre.
airPopularity: 14% [?]






