Penyakit Anjing Gila (Rabies)
Posting oleh : mama U | Pada : December 5th, 2008Penyakit anjing gila (rabies) adalah suatu penyakit menular yang akut, menyerang susunan syaraf pusat, disebabkan oleh virus rabies jenis Rhabdho virus yang dapat menyerang semua hewan berdarah panas dan manusia. Penyakit Rabies merupakan penyakit Zoonosa yang sangat berbahaya dan ditakuti ini sangat ditakuti serta mengganggu ketentraman hidup manusia, karena apabila sekali gejala klinis penyakit rabies timbul maka biasanya akan diakhiri dengan kematian.
CARA PENULARAN
Virus Rabies selain terdapat di susunan syaraf pusat, juga terdapat di air liur hewan penderita rabies. Oleh sebab itu penularan penyakit rabies pada manusia atau hewan lain melalui gigitan.
Masa Inkubasi
Masa inkubasi adalah waktu antara penggigitan sampai timbulnya gejala penyakit. Gejala-gejala rabies pada hewan timbul kurang lebih 2 minggu (10 hari – 8 minggu). Sedangkan pada manusia 2-3 minggu sampai 1 tahun. Masa tunas ini dapat lebih cepat atau lebih lama tergantung pada:
- Dalam dan parahnya luka bekas gigitan
- Lokasi luka gigitan
- Banyaknya syaraf disekitar luka gigitan.
- Pathogenitas dan jumlah virus yang masuk melalui gigitan.
- Jumlah luka gigitan.
Hewan yang rentan dengan Rabies
Semua hewan berdarah panas rentan dengan Rabies. Penyakit Rabies secara alami terdapat pada:
- Anjing
- Kucing
- Kera
- Kelelawar
- Karnivora Liar
TAHAPAN PENYAKIT RABIES
Perjalanan penyakit Rabies pada anjing dan kucing dibagi dalam 3 fase (tahap).
- Fase Prodormal: Hewan mencari tempat dingin dan menyendiri , tetapi dapat menjadi lebih agresif dan nervus, pupil mata meluas dan sikap tubuh kaku (tegang). Fase ini berlangsung selama 1-3 hari. Setelah fase Prodormal dilanjutkan fase Eksitasi atau bisa langsung ke fase Paralisa.
- Fase Eksitasi: Hewan menjadi ganas dan menyerang siapa saja yang ada di sekitarnya dan memakan barang yang aneh-aneh. Selanjutnya mata menjadi keruh dan selalu terbuka dan tubuh gemetaran , selanjutnya masuk ke fase Paralisa.
- Fase Paralisa: Hewan mengalami kelumpuhan pada semua bagian tubuh dan berakhir dengan kematian.
TANDA-TANDA PENYAKIT RABIES PADA HEWAN
Gejala penyakit dikenal dalam 3 bentuk :
- Bentuk ganas (Furious rabies) Masa eksitasi panjang, kebanyakan akan mati dalam 2-5 hari setelah tanda-tanda terlihat.
Tanda-tanda yang sering terlihat :
- Hewan menjadi penakut atau menjadi galak.
- Senang bersembunyi di tempat-tempat yang dingin, gelap dan menyendiri tetapi dapat menjadi agresif .
- Tidak menurut perintah majikannya.
- Nafsu makan hilang dan air liur meleleh tak terkendali.
- Hewan akan menyerang benda yang ada disekitarnya & memakan barang, benda-benda asing seperti batu, kayu dsb.
- Menyerang dan menggigit barang bergerak apa saja yang dijumpai.
- Kejang-kejang disusul dengan kelumpuhan.
- Ekor diantara 2 (dua) paha.
2. Bentuk diam (Dumb Rabies) Masa eksitasi pendek, paralisa cepat terjadi.
Tanda- tanda yang sering terlihat:
- Bersembunyi di temapat yang gelap dan sejuk
- Kejang-kejang berlangsung sangat singkat, bahakan sering tidak terlihat.
- Lumpuh, tidak dapat menelan, mulut terbuka.
- Air liur keluar terus menerus (berlebihan).
- Mati
3. Bentuk Asystomatis.
Tanda- tanda yang sering terlihat:
- Hewan tidak menunjukkan gejala sakit.
- Hewan tiba-tiba mati
Tanda-Tanda Penyakit Anjing Gila Pada Kucing
Gejala atau tanda-tanda yang terlihat hampir sama pada anjing, seperti :
- Menyembunyikan diri, banyak mengeong.
- Mencakar-cakar lantai, menjadi agresif.
- 2-4 hari setelah gejala pertama biasa terjadi kelumpuhan, terutama di bagian belakang.
TANDA-TANDA PENYAKIT ANJING GILA PADA MANUSIA
- Pada manusia yang penting diperhatikan adalah riwayat gigitan dari hewan seperti anjing, kucing dan kera.
- Dilanjutkan dengan gejala-gejala nafsu makan hilang, sakit kepala, tidak bisa tidur, demam tinggi, mual/muntah-muntah.
- Pupil mata membesar, bicara tidak karuan, selalu ingin bergerak dan nampak kesakitan.
- Adanya rasa panas (nyeri) pada tempat gigitan dan menjadi gugup.
- Rasa takut yang sangat pada air, peka terhadap suara keras, cahaya dan angin/udara.
- Air liur dan air mata keluar berlebihan.
- Kejang-kejang disusul dengan kelumpuhan dan akhirnya meninggal dunia
Biasanya penderita akan meninggal 4-6 hari setelah gejala klinis atau tanda-tanda penyakit pertama timbul.
LANGKAH YANG PERLU DIKERJAKAN APABILA DIGIGIT ANJING
Apabila seseorang digigit hewan yang tersangka rabies, maka tindakan yang harus diambil adalah :
- Mencuci luka gigitan dengan sabun atau dengan deterjen selama 5-10 menit dibawah air mengalir/diguyur. Kemudian luka diberi alkohol 70% atau Yodium tincture. Setelah itu pergi secepatnya ke Puskesmas atau Dokter yang terdekat untuk mendapatkan pengobatan sementara sambil menunggu hasil dari rumah observasi hewan.
- Laporkan kepada petugas Dinas Peternakan setempat tentang kasus penggigitan tersebut.
- Hewan yang menggigit dikirim ke rumah observasi hewan Dinas Peternakan untuk diobservasi dan diperiksa kesehatannya selama 10 – 14 hari.
- Bila hewan yang menggigit tidak diketahui atau tidak dapat ditemukan, maka orang yang tergigigit harus dibawa ke rumah sakit khusus infeksi.
TINDAKAN TERHADAP HEWAN YANG MENGGIGIT
Anjing, kucing dan kera yang menggigit manusia atau hewan lainnya harus dicurigai menderita Rabies. Terhadap hewan tersebut harus diambil tindakan sebagai berikut :
- Bila hewan tersebut adalah hewan peliharaan atau ada pemiliknya , maka hewan tersebut harus ditangkap dan diserahkan ke Dinas Peternakan setempat untuk diobservasi selama 14 hari. Bila hasil observasi negatif Rabies maka hewan tersebut harus mendapat vaksinasi Rabies sebelum diserahkan kembali kepada pemiliknya.
- Bila hewan yang menggigit adalah hewan liar (tidak ada pemiliknya) maka hewan tersebut harus diusahakan ditangkap hidup dan diserahkan kepada Dinas Peternakan setempat untuk diobservasi dan setelah masa observasi selesai hewan tersebut dapat dimusnahkan atau dipelihara oleh orang yang berkenan, setelah terlebih dahulu diberi vaksinasi Rabies.
- Bila hewan yang menggigit sulit ditangkap dan terpaksa harus dibunuh, maka kepala hewan tersebut harus diambil dan segera diserahkan ke Dinas Peternakan setempat untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
TINDAKAN TERHADAP ANJING, KUCING ATAU KERA YANG DIPELIHARA
- Menempatkan hewan peliharaan dalam kandang yang baik dan sesuai dan senantiasa memperhatikan kebersihan kandang dan sekitarnya.
- Menjaga kesehatan hewan peliharaan dengan memberikan makanan yang baik , pemeliharaan yang baik dan melaksanakan Vaksinasi Rabies secara teratur setiap tahun ke Dinas Peternakan atau Dokter Hewan Praktek.
- Memasang rantai pada leher anjing bila anjing tidak dikandangkan atau sedang diajak berjalan-jalan
Popularity: 100% [?]







March 6th, 2009 at 3:25 pm
I need more info about Rabies
can you sent to my email
May 9th, 2009 at 6:59 pm
please give me the medicine
August 11th, 2009 at 7:42 am
apakah seseorang dapat terjangkit penyakit rabies jika terkena air liur di bagian kulitnya dari anjing atau binatang yang di duga terkena rabies?
October 2nd, 2009 at 1:48 pm
hallo….slm kenal !!
sy ingin info dr teman2 mengenai penyakit anjing saya alami , yg scr kebetulan anjing sy mengalami kejang2,mulut berbusa daan kepalanya terlihat kejang gagau, fase ini sudah mencapai 7 hari, sebagai informasi jenis anjing saya adalah pomerian, pertanyaan saya apakah anjing saya terkena rabies atau virus apa yg menyebabkan hal ini? sampai dengan hari ini anjing saya masih sakit mohon teman2 atau dokter hewan dlm forum ini dpt memberikan jawaban untuk saya. terima kasih.
apabila tidak berkeberatan bs menghubungi saya utk memberikan solusi untuk saya, di nomor : 081210760876
November 20th, 2009 at 8:59 am
hai….
saya mau tanya, adik saya terkena penyakit anjing gila. kejadiannya waktu dia berusia 8 tahun dan waktu kejadian adik saya langsung dibawa ke rumah sakit dan sekarang dia sudah sembuh, umurnya sekarang 22 tahun. tapi cara berbicaranya berbeda, setiap dia ingin berbicara buru-buru dia selalu gugup. tapi klo keadaan tenang dia bicara lancar.
yang mau saya tanyakan apakah itu karena penyakit anjing gila yang dia derita waktu itu?
yang kedua apakah penyakit itu bisa tertular dengan orang lain?
November 28th, 2009 at 11:39 am
bwd yg bca , slam knal ….
sya mw tnya, knp ia ? pmrinth atau ptugah ksehatan memusnahkan rabies ini dgn membnuh anjg” jlnan dan anjg” yg tdak mempunyai majikan …
apkah ini msh dinamakan tndakan manusiawi …???? apakah sudah pasti semua anjing” jalanan tersebut mengidap rabies ????knp gag qt tngkap anjg ithu dn slanjutnya bs dpriksa oleh ptugas kshatn , bila benar anjing tersebut mengidap penyakit rabies, bolh qt ambl tndakan , tapi bila tidak , maka serahkan anjing tersebut pada yang bersedia memelihara, atau tempatkan anjing” tersebut pada suatu wadah sehingga tidak ada lagi anjing” yg berkeliaran di jalan …
anjing adalah binatang yang sangat setia pada manusia, tidak baik bila kita memberlakukan anjing dengan cara yang sangat tdak manusiawi …
mhon dtanggapi ..
January 14th, 2010 at 10:35 pm
mana nih jawabannya?
prtanyaanku sama kayak Jessy, kalo kena air liur anjing rabies di kulit luar manusia apa bisa tertular juga? kalau pada kulit yang terluka?
January 20th, 2010 at 2:43 pm
Zarah, untuk lebih amannya mending periksa ke dokter aja. Apalagi kalo sampe terluka,
February 8th, 2010 at 3:31 pm
Untuk yang di Bali, ada info tambahan nih:
JIKA ANDA digigit ANJING SELAMA rabies Epidemi
Segera basuh luka dengan air mengalir dan deterjen selama minimal 10 menit, kemudian terapkan yodium atau alkohol. Panggil Tim di Sanglah Rabies di 081-23958111 atau langsung ke RS Sanglah. Anda mungkin memerlukan vaksinasi dan imunoglobulin mendesak tergantung pada kategori gigitan / keparahan dari luka. Panggil Bali Animal Welfare Association (Bawa) hotline 081 138 9004 dan mereka akan mengambil anjing untuk observasi.
February 16th, 2010 at 5:08 pm
tks y infonya.
lg mau buat mkalah tentang rabies.