Hindarkan Dehidrasi Saat Puasa Dengan Mencukupi Kebutuhan Cairan

Posting oleh : deddy | Wednesday, September 3rd, 2008


Puasa tidak hanya kewajiban menahan lapar, tapi juga menahan haus. Dua hal itu dilakukan selama sehari penuh, mulai matahari terbit hingga terbenam. Setidaknya, puasa berlangsung hingga 12 jam lebih. Dalam jangka waktu selama itu, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan sama sekali. Adakah kemungkinan dehidrasi?

Dokter Choesnan Effendi AIF dari FK Unair mengatakan, dehidrasi mungkin saja terjadi. Apalagi, selama sehari penuh tubuh tidak mendapatkan pasokan air. Padahal, kebutuhan cairan tetap berlangsung untuk proses metabolisme. Penguapan cairan pun terus terjadi. Penguapan berlangsung melalui pernapasan dan permukaan kulit. Belum lagi cairan yang keluar melalui keringat.

“Banyaknya cairan yang hilang dari tubuh menyulut dehidrasi,” ujar Choesnan. Tubuh memang mempunyai cadangan cairan yang bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu. Cadangan itu tersimpan di dalam darah, baik dalam cairan antarsel maupun di dalam sel. Namun, jumlah cadangan terbatas dan tak cukup memenuhi kebutuhan tubuh. Kurangnya pasokan menyalakan sistem alarm tubuh berupa rasa haus. Alarm itu sekaligus penanda tubuh mengalami dehidrasi.

Bila derajat dehidrasi meningkat, itu ditandai dengan rasa haus, perasaan lemah, penurunan kesadaran, penurunan tekanan darah, dan peningkatan frekuensi denyut nadi.

Besarnya peningkatan derajat dehidrasi tersebut bergantung dari banyaknya cairan yang keluar. Pengeluaran tersebut dipengaruhi oleh aktivitas dan suhu udara. “Semakin banyak aktivitas, semakin banyak pula cairan yang keluar. Termasuk, semakin panas suhu, cairan yang keluar juga semakin banyak,” jelas pria 61 tahun itu.

Bagaimana supaya tidak dehidrasi? Dikatakan Ika Mukti, ahli gizi RSAL dr Ramelan Surabaya, kebutuhan 2,5 liter air tubuh harus dipenuhi. Pemenuhan tersebut bisa dilakukan saat berbuka dan sahur. Air memang tidak langsung diminum sejumlah itu. Tetapi, air tersebut diminum secara berkala supaya tubuh tidak kaget. “Pasokan cairan bisa juga didapatkan dari buah dan sayur,” tutur Ika, 35.

Menghindari dehidrasi bukan berarti kita bisa minum berlebih saat sahur. Misalnya, langsung menenggak habis satu liter air sekali minum. Choesnan mengatakan, minum berlebih saat sahur justru merangsang pusat pengendalian air di hipotalamus. Rangsangan tersebut bakal memicu pengeluaran air.

Ika Mukti sepakat dengan hal tersebut. Sahur dengan mengonsumsi dua gelas air putih (setara dengan 500 cc air) sudah mencukupi kebutuhan. Sebagai tambahan, menjelang imsak kita bisa menambah dengan melahap buah berserat. Kadar air buah bisa dimanfatkan sebagai cadangan air. Seratnya akan membantu proses pelepasan gula dalam secara perlahan-lahan. “Dengan demikian, kita tidak akan gampang lapar,” terang Ika.

Penulis : ign/tia
Sumber : Jawa Pos, Minggu, 31 Agustus 2008, Metropolis – Visite

Popularity: 25% [?]

Posting oleh : deddy | Topik sentuhan qolbu



Post dengan topik sama :


RSS feed | Trackback URI

1 Komentar »

2008-09-03 23:20:19

Selamat menjalankan Ibadah puasa mas Deddy.
sukses selalu untuk bisnis anda. Terimakasih sudah berbagi di blog saya

Siswo Nugroho
====================
The Dreams of Mine
Sell More, Work Less
http://www.siswonugroho.com
====================

 
Nama (harus diisi)
E-mail (harus diisi - tidak akan dipublish)
URI
Anda bisa menggunakan smiley ini di komentar anda
:hihi: :hiks: :melet: :nangis: :ngakak: :puyeng: :sip: :sliwer2: smiley yang lain »

Komentar anda (ukuran kecil | ukuran besar)

Trackback ke posting ini



57 queries. 1.123 seconds.