Dealing With Difficult People | Orang Brengsek adalah Guru Sejati
Posting oleh : deddy | Wednesday, November 5th, 2008
Beberapa hari lalu, selama 3 hari, tiba tiba saya tidak bisa masuk ke rumah sendiri ini.
Lupa kuncinya ??
Wah kunci serep si ada.
Ternyata jalan masuk saya diblokir.
Weks, cari cari tahu kesana kemari, koneksi saya yang menggunakan lokal provider ternyata menggunakan bandwith salah satu perusahaan telekomunikasi international terkenal, yang juga memonopoli sebagian besar koneksi di Indonesia, memblokir jalan masuk ke IP server saya.
Whua, sedih kalee.
Dengan alasan gagal routing ke IP server saya itu saja yang diungkapkan provider saya sebagai alasannya.
Duh, traffic otomatis drop 80%.
Yups karena 90% pembaca budiman yang setia blog ini dari Indonesia. Lah memang untuk sesama blogger Indonesia kok. Makanya saling mensupport di dunia Contest International, terutama Busby SEO Test, yang sedang berlangsung.
Udah ah, yang penting sudah online lagi, dan tetep kembali ke alam blogging lagi.
Sambil nunggu server back online lagi, ada 1 email masuk ke tempat saya.
Wah ini pelajaran berarti sekali isinya, nah disini saya coba relay untuk teman teman semua.
Silakan membaca :
Entah apa dan di mana menariknya, Bank Indonesia amat senang mengundang Saya untuk menyampaikan presentasi dengan judul Dealing With Difficult People.
Yang jelas, ada ratusan staf bank sentral ini yang demikian tertarik Dan tekunnya mendengar ocehan saya. Motifnya, apa lagi kalau bukan dengan Niat untuk sesegera mungkin jauh dan bebas dari manusia-manusia sulit Seperti keras kepala, suka menghina, menang sendiri, tidak mau kerja sama dll.
Di awal presentasi, hampir semua orang bernafsu sekali untuk membuat Manusia sulit jadi baik. Dalam satu hal jelas, mereka yang datang menemui saya menganggap dirinya bukan manusia sulit, dan orang lain di luar sana sebagian adalah manusia sulit.
Namun, begitu mereka saya minta berdiskusi di antara mereka sendiri untuk memecahkan persoalan kontroversial, tidak sedikit yang memamerkan perilaku-perilaku manusia sulit. Bila saya tunjukkan perilaku mereka ; seperti keras kepala, menang sendiri, dll dan kemudian saya Tanya apakah itu termasuk perilaku manusia sulit, sebagian dari mereka hanya tersenyum kecut.
Bertolak dari sinilah, maka sering saya menganjurkan untuk membersihkan kaca mata terlebih dahulu, sebelum melihat orang lain. Dalam banyak kasus, karena kita tidak sadar dengan kotornya kaca mata maka orangpun kelihatan kotor.
Dengan kata lain, sebelum menyebut orang lain sulit, yakinlah kalau bukan Anda sendiri yang sulit. Karena Anda amat keras kepala, maka orang berbeda pendapat sedikitpun jadi sulit. Karena Anda amat mudah tersinggung, maka orang yang tersenyum sedikit saja sudah membuat Anda jadi kesal.
Nah, pembicaraan mengenai manusia sulit hanya boleh dibicarakan dalam keadaan kaca mata bersih dan bening. Setelah itu, saya ingin mengajak Anda masuk ke dalam sebuah pemahaman tentang manusia sulit. Dengan meyakini bahwa setiap orang yang kita temui dalam hidup adalah guru kehidupan, maka guru terbaik kita sebenarnya adalah manusia-manusia super sulit. Terutama karena beberapa alasan.
Pertama,
manusia super sulit sedang mengajari kita dengan menunjukkan betapa menjengkelkannya mereka. Bayangkan, ketika orang-orang ramai menyatukan pendapat, ia mau menang sendiri. Tatkala orang belajar melihat dari segi positif, ia malah mencaci dan menghina orang lain. Semakin sering kita bertemu orang-orang seperti ini, sebenarnya kita sedang semakin diingatkan untuk tidak berperilaku sejelek dan sebrengsek itu. Saya berterimakasih sekali ke puteri Ibu kost saya yang amat kasar dan suka menghina dulu. Sebab, dari sana saya pernah berjanji untuk tidak mengizinkan putera-puteri saya sekasar dia kelak. Sekarang, bayangan tentang anak kecil yang kasar dan suka menghina, menjadi inspirasi yang amat membantu pendidikan anak-anak di rumah. Sebab, saya pernah merasakan sendiri betapa sakit hati dan tidak enaknya dihina anak kecil.
Kedua,
manusia super sulit adalah sparring partner dalam membuat kita jadi orang sabar. Sebagaimana sering saya ceritakan, badan dan jiwa ini seperti karet. Pertama ditarik melawan, namun begitu sering ditarik maka ia akan longgar juga. Dengan demikian, semakin sering kita dibuat panas kepala, mengurut-urut dada, atau menarik nafas panjang oleh manusia super sulit, itu berarti kita sedang menarik karet ini (baca : tubuh dan jiwa ini) menjadi lebih longgar (sabar). Saya pernah mengajar sekumpulan anak-anak muda yang tidak saja amat pintar, namun juga amat rajin mengkritik. Setiap di depan kelas saya diuji, dimaki bahkan kadang dihujat. Awalnya memang membuat tubuh ini susah tidur. Tetapi lama kelamaan, tubuh ini jadi kebal. Seorang anggota keluarga yang mengenal latar belakang masa kecil saya, pernah heran dengan cara saya menangani hujatan-hujatan orang lain. Dan gurunya ya itu tadi, manusia-manusia pintar tukang hujat di atas.
Ketiga,
manusia super sulit sering mendidik kita jadi pemimpin jempolan. Semakin sering dan semakin banyak kita memimpin dan dipimpin manusia sulit, ia akan menjadi Universitas Kesulitan yang mengagumkan daya kontribusinya.
Saya tidak mengecilkan peran sekolah bisnis, tetapi pengalaman memimpin dan dipimpin oleh manusia sulit, sudah terbukti membuat banyak sekali orang menjadi pemimpin jempolan. Rekan saya menjadi jauh lebih asertif setelah dipimpin lama oleh purnawirawan jendral yang amat keras dan diktator.
Keempat,
disadari maupun tidak manusia sulit sedang memproduksi kita menjadi orang dewasa. Lihat saja, berhadapan dengan tukang hina tentu saja kita memaksa diri untuk tidak menghina balik. Bertemu dengan orang yang berhobi menjelekkan orang lain tentu membuat kita berefleksi, betapa tidak enaknya dihina orang lain.
Kelima,
dengan sedikit rasa dendam yang positif manusia super sulit sebenarnya sedang membuat kita jadi hebat. Di masa kecil, saya termasuk orang yang dibesarkan oleh penghina-penghina saya. Sebab, hinaan mereka membuat saya lari kencang dalam belajar dan berusaha. Dan kemudian, kalau ada kesempatan saya bantu orang-orang yang menghina tadi. Dan betapa besar dan hebatnya diri ini rasanya, kalau berhasil membantu orang yang tadinya menghina kita.
Terakhir dan yang paling penting,
manusia super sulit sebenarnya menunjukkan jalan ke surga, serta mendoakan kita masuk surga. Pasalnya, kalau kita berhasil membalas hinaan dengan senyuman, batu dengan bunga, bau busuk dengan bau harum, bukankah kemungkinan masuk surga menjadi lebih tinggi ?
PapaDeddy said :
Nah salah satu pengalaman saya adalah juga mempunyai guru yang sulit.
Memang tidak enak rasanya, tapi suatu pengalaman yang sebanding dengan ilmu yang akan didapat.
Nah bisakah anda semua menerimanya ?? Demi ilmu berharga yang akan didapat dan menjadikan pegangan di masa depan ??
Sumber: Orang Brengsek Guru Sejati oleh Gede Prama
Dealing With Difficult PeoplePopularity: 24% [?]

Post dengan topik sama :
- Malam Penuh Resah dan Gelisah (22 Oct 2008)
- Kembali Ke Jalan Asal (14 Oct 2008)
- Balangan cuaca mendung berkabut tebal (27 Aug 2008)
- Jadwal Imsakiyah untuk seluruh kota Indonesia (25 Aug 2008)
- Cara setting Popularity Contest Plug in (18 Aug 2008)








![[Most Recent Quotes from www.kitco.com]](http://www.kitconet.com/charts/metals/gold/t24_au_en_usoz_2.gif)











imelnya bagus boss…
ohya,
kuncinya dah ketemu
turut berduka deh. dan semoga tidak ada acara blog IP lagi
posting blog JAUHDIMATA terbaru adalah Load balancing versi Mikrotik
ampun om… tapi bener juga ya
posting blog iwan terbaru adalah Ban Serep
pantesan kemaren² g bisa di akses
Iya ketapa selalu ada orang-orang sulit. Ato sebenarnya yg membuat mereka jadi sulit tu aku sendiri.. pheeww bingung.. hehehe
posting blog Leoslab terbaru adalah Keanehan kalkulasi rangking alexa terjawab
You are very right! difficult people are very hard to make content.
Iya ketapa selalu ada orang-orang sulit. Ato sebenarnya yg membuat mereka jadi sulit tu aku sendiri.. pheeww bingung.. hehehe