Manfaat Berpuasa Dalam Menyusutkan Lemak

Posting oleh : deddy | Tuesday, September 2nd, 2008


Tidak sekadar penunai kewajiban, puasa memberikan manfaat nyata terhadap kesehatan. Setidaknya, beberapa kondisi tubuh yang kurang menguntungkan, seperti kelebihan kolesterol maupun kadar gula yang diidap pasien diabetes mellitus (DM), bisa diperbaiki dengan berpuasa. Dokter Choesnan Effendi AIF dari FK Unair mengatakan, selain memanfatkan cadangan air, selama berpuasa tubuh menggunakan cadangan makanan lain untuk proses metabolisme.

Salah satunya lemak. Bahan itu digunakan untuk memenuhi pasokan energi. Cadangan lemak tersimpan di seluruh tubuh. Ada yang disimpan di bawah lapisan kulit, bercokol di lapisan dinding pembuluh darah, ada juga yang bersemayam di dinding perut. Selama tak ada makanan yang masuk, cadangan lemak dibakar sebagai pembangkit energi.

Semakin banyak cadangan lemak digunakan, lama-kelamaan jumlahnya menipis dan berkurang. Pengurangan itu mengakibatkan tempat-tempat yang biasa ditimbuni lemak menyusut. Termasuk lemak yang menempel pada dinding pembuluh darah.

Imbas penyusutan tersebut tak hanya berat badan menurun. Lingkar perut akan mengecil. Mereka yang punya tempelan lemak lumayan banyak di pembuluh darah bisa terhindar dari penyempitan yang merupakan cikal bakal penyakit kardiovaskuler. “Berkurangnya lemak membuat kadar kolesterol dan trigliserida tubuh ikut menurun,” ujar Choesnan. Karena itu, puasa bisa membuat kadar kolesterol tubuh menjadi lebih baik bagi mereka yang kelebihan kolesterol.

Lemak tidak bekerja sendiri dalam menghasilkan energi. Tubuh juga memanfaatkan cadangan gula darah atau glukosa. Cadangan gula darah tersebut disimpan dalam bentuk glikogen. Bahan itu berasal dari karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh, lalu diolah menjadi glukosa. Gula darah yang berlebih akan disimpan dalam bentuk glikogen di dalam hati dan otot.

Orang yang sedang berpuasa biasanya kerap merasa lemas dan lemah. Sebab, cadangan glikogen di otot berkurang. Namun, selain rasa lemas, pemanfaatan glikogen membuat kadar glukosa di dalam tubuh menurun. Bagi pengidap DM, kondisi itu tentu menguntungkan. “Penurunan kadar gula membantu mengurangi dosis obat yang dikonsumsi sehari-hari,” tuturnya.

Penulis : ign
Sumber : Jawa Pos, edisi Minggu, 31 Agustus 2008, MetroPolis – Visite

Popularity: 33% [?]

Posting oleh : deddy | Topik sains, sentuhan qolbu



Post dengan topik sama :


RSS feed | Trackback URI

Komentar »

Belum ada komentar.

Nama (harus diisi)
E-mail (harus diisi - tidak akan dipublish)
URI
Anda bisa menggunakan smiley ini di komentar anda
:hihi: :hiks: :melet: :nangis: :ngakak: :puyeng: :sip: :sliwer2: smiley yang lain »

Komentar anda (ukuran kecil | ukuran besar)

Trackback ke posting ini



50 queries. 0.450 seconds.